
Pengambilan Tanah (Dokumen Pribadi)
MAMADA-Dalam upaya menanamkan nilai cinta lingkungan, para guru MA Ma’arif 10 Darul Afkar menginisiasi kegiatan menanam bunga bersama siswa kelas X, Kamis (07/08/2025).
Penanaman ini dilakukan di halaman sekolah. Menariknya, tanah yang digunakan diambil langsung dari sawah oleh para siswa dan guru. Hal ini sebagai bentuk pengenalan terhadap sumber daya alam sekitar dan upaya menghargai proses alamiah dalam bercocok tanam.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengalami sendiri proses kehidupan—dari menyentuh tanah, menanam benih, hingga merawat tanaman,” jelas Pak Abib, guru pendamping kegiatan penanaman bunga.
“Semua itu adalah bagian dari pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan,” tambah Pak Fiqi, yang juga salah satu guru pendamping kegiatan.
Lebih dari sekadar aktivitas menanam, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali kesadaran akan pentingnya menjaga dan mencintai lingkungan.
Di tengah maraknya isu krisis iklim, pendidikan berbasis aksi nyata seperti ini dinilai efektif dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap alam.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias menggali tanah, menanam bibit bunga, serta bekerja sama membersihkan dan menata area tanam.
Meskipun harus sedikit berlelah-lelah membawa tanah dari sawah, tidak sedikit siswa yang mengaku menikmati prosesnya.
“Awalnya kami kira hanya sekadar menanam biasa, tapi ternyata seru juga,” ucap salah satu siswa.
“Kami jadi tahu bahwa merawat tanaman itu tidak mudah, tapi menyenangkan,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap, proyek seperti ini tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya sikap-sikap positif dalam diri siswa, seperti tanggung jawab, ketekunan, serta cinta terhadap alam.